2005
Kue Buatan Tuhan
Sponsored Links
Cerita berikut diambil dari milis Air Putih. Kebetulan pada saat pertama kali saya membacanya, saya langsung teringat dengan beberapa sahabat yang sering curhat masalah ketidakadilan hidup yang mereka alami. Yah, semoga cerita ini bisa menjadi sedikit masukan bagi semuanya, tidak hanya sahabat” saya saja (itu pun kalo mereka baca blog ini, heheheh), tapi juga untuk semuanya
Kue Buatan Tuhan
Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan. Dia mendapatkan nilai jelek dalam rapor, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota.
Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya, dengan senang hati dia berkata,
“Tentu saja mom, I love your cake.”
“Nih, cicipi mentega ini,” kata Ibunya menawarkan.
“Yaiks,” ujar anaknya.
“Bagaimana dgn telur mentah”
“You’re kidding me, Mom.”
“Mau coba tepung terigu atau baking soda.”
“Mom, semua itu menjijikkan”
Lalu Ibunya menjawab,” Ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu per satu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, akan menjadi kue yang enak.”
Tuhan bekerja dengan cara yang sama.
Seringkali kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan? Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu per satu sesuai dgn rancangan-Nya, segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya.
Kue Buatan Tuhan is written by cosa and posted under Article, Thought & Ideas , moral, self_motivation, spirit, story. If you like it, you might consider subscribing to our feed, follows us on Twitter, or receive our latest posts via email. Or else, you could also or store it to your favourite social bookmark sites. Further information about this article can be found.
And while you're here, why don't you check out our other articles:
Pssst! Most people are coming to this page searching for: sahabat,msi wind sulit.com,putus dengan pacarnya,msi wind enak,"milis air putih",cerita pertama kali saya, 

