daily gadgets, computers, and electronic news
25/05
2005

Kisah Tragis Seorang Blogger

Sponsored Links

Tragedi ini terjadi pada tanggal 12 Mei 2005 lalu. Tentang seorang blogger bernama Simon yg terbunuh bersama kakaknya, Sharon, beberapa saat setelah ia menulis tentang adanya 3 beberapa orang mencurigakan (yg kemudian membunuhnya) di dalam rumahnya. Kejadian ini kemudian diliput oleh NY NewsDay pada tanggal 14 Mei. Saya sendiri baru membacanya hari ini di blog milik Liew CF. Berikut ini cuplikan entri dari blog korban:

Anyway today has been weird, at 3 some guy ringed the bell. I went down and recognized it was my sister’s former boyfriend. He told me he wants to get his fishing poles back. I told him to wait downstair while I get them for him. While I was searching them, he is already in the house. He is still here right now, smoking, walking all around the house with his shoes on which btw I just washed the floor 2 days ago! Hopefully he will leave soon, oh yeah working on the jap report as we speak!

Ketiga Salah satu dari orang tersebut adalah mantan pacar kakak perempuannya, Lin. , beserta 2 orang temannya Beberapa saat setelah Simon menulis entri blog di atas, Lin menyerangnya, menyekap mulutnya dengan lakban, dan menusuk dadanya dengan pisau. Malam harinya, saat Sharon pulang, ia mendapati rumah dalam keadaan gelap. Sesaat kemudian, ia mendapat pukulan dari belakang dari mantan kekasihnya itu, yg selanjutnya menusuk lehernya dengan pisau.

Pada saat diinterogasi oleh polisi, Lin mengaku membutuhkan uang secepatnya untuk membayar hutang-hutangnya karena beberapa hari kemudian ia harus pulang ke Hongkong. Lin yg telah berpacaran dng Sharon selama 5 tahun itu juga mengaku bahwa ia sebetulnya tidak terima pada saat Sharon memutuskannya 1 tahun lalu. Karena itulah, Lin yg mengetahui bahwa Simon dan Sharon sering mendapat kiriman uang dari orang tuanya, akhirnya memutuskan untuk membunuh mereka dan mengambil uangnya.

Membaca kisah di atas saya jadi berpikir. Bagaimana seandainya Simon bukan blogger? Mungkinkah ia selamat dari pembunuhan karena *mungkin saja* ia keluar dari rumah atau menelpon teman/keluarganya tentang kedatangan 3 orang tersebut? Atau mungkin sebaliknya, jika ia tidak ngeblog dan tetap terbunuh, maka pembunuhnya tidak akan pernah terungkap. Bagaimana pula jika sendainya saya yg berada di posisi Simon?

Mungkin seandainya saya punya ponsel canggih, saya akan kabur sembari melakukan moblog (mobile blogging) untuk menceritakan kejadian itu. Atau sekalian, diam-diam rekam tampang mereka dan lakukan video-blogging, baru setelah itu kabur. Tapi sayang, boro-boro kamera, ponsel saya cuman ponsel biasa yg layarnya masih hitam putih dan belum bisa konek internet. Jadi yang bisa saya lakukan sendainya saya ada di posisi tersebut ya mungkin ngeblog sambil berdoa :) )

Lalu, bagaimana jika Anda yg berada di posisi Simon?

Kisah Tragis Seorang Blogger is written by cosa and posted under News Splash, Personal Rants . If you like it, you might consider subscribing to our feed, follows us on Twitter, or receive our latest posts via email. Or else, you could also or store it to your favourite social bookmark sites. Further information about this article can be found.

1 Comment »

  1. 1
    Surya says:

    Nggak usah menduga2x lah, toh sudah terjadi. :)

    Klo saya, terbunuh? Maybe yes, maybe no. :D

Leave a comment