2005
Kisah Dua Saudara
Sponsored Links
Kisah berikut diambil dari milis AirPutih (link menuju halaman sumbernya ada di bagian bawah artikel ini). Kisah ini bukan kisah baru, dan saya yakin, seperti saya, pasti sebagian besar dari Anda sudah pernah membacanya. Tapi tidak ada salahnya, jika sekali lagi kita baca kisah ini. Mungkin kali ini ada pelajaran baru yang bisa kita ambil.
Kisah Dua Saudara
Dua orang bersaudara bekerja bersama menggarap ladang
milik keluarga mereka. Yang seorang, si kakak, telah menikah, dan
memiliki keluarga yang cukup besar. Si adik masih lajang, dan
berencana tidak menikah.
Ketika musim panen tiba, mereka selalu membagi hasil sama rata.
Selalu begitu.
Pada suatu hari, si adik yang masih lajang itu berpikir, “Tidak adil
jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku masih
lajang dan kebutuhanku hanya sedikit.” Maka, demi si kakak, setiap
malam, dia akan mengambil sekarung padi miliknya, dan dengan diam-
diam, meletakkan karung itu di lumbung milik kakaknya. Sekarung itu
ia anggap cukuplah untuk mengurangi beban si kakak dan keluarganya.
Sementara itu, si kakak yang telah menikah pun merasa gelisah akan
nasib adiknya. Ia berpikir, “Tidak adil jika kami selalu membagi rata
semua hasil yang kami peroleh. Aku punya istri dan anak-anak yang
akan mampu merawatku kelak ketika tua. Sedangkan adikku, tak punya
siapa-siapa, tak akan ada yang peduli jika nanti dia tua dan miskin.
Ia berhak mendapatkan hasil lebih daripada aku.”
Karena itu, setiap malam, secara diam-diam, ia pun mengambil sekarung
padi dari lumbungnya, dan memasukkan ke lumbung milik adik satu-
satunya itu. Ia berharap, satu karung itu dapatlah mengurangi beban
adiknya, kelak.
Begitulah, selama bertahun-tahun kedua bersaudara itu saling
menyimpan rahasia. Sementara padi di lumbung keduanya tak pernah
berubah jumlah. Sampai…, suatu malam, keduanya bertemu, ketika
sedang memindahkan satu karung ke maring-masing lumbung saudaranya.
Di saat itulah mereka sadar, dan saling menangis, berpelukan. Mereka
tahu, dalam diam, ada cinta yang sangat dalam yang selama ini menjaga
persaudaraan mereka. Ada harta, yang justru menjadi perekat cinta,
bukan perusak.
Demikianlah jika bersaudara.
[ Source ]
And while you're here, why don't you check out our other articles:
Pssst! Most people are coming to this page searching for: 




































