2005
Cinta Tak Harus Berwujud Bunga
Sponsored Links
Cerita berikut diambil dari milis Air Putih. Bercerita tentang arti cinta sejati yang sebenarnya. Selamat membaca dan semoga ada gunanya.
Cinta Tak Harus Berwujud Bunga
Ada sebuah kisah yang sangat menyentuh, bahwa kadang kadang perbedaan pandangan dan harapan dapat menyebabkan lunturnya rasa cinta di hati
Pasangan saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang. Tiga
tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-2 saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.
Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-2 sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.
Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah
mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.
“Mengapa?”, dia bertanya dengan terkejut.
“Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya
inginkan”
Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya,
tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.
Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak
dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?
Dan akhirnya dia bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?”.
Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, “Saya
punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati
saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai
setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua
tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu
akan melakukannya untuk saya?”
Dia termenung dan akhirnya berkata, “Saya akan memberikan
jawabannya besok.” Hati saya langsung gundah mendengar responnya.
Keesokan paginya, dia tidak ada dirumah, dan saya menemukan
selembar kertas dengan oret-2an tangannya dibawah sebuah gelas
yang berisi susu hangat yang bertuliskan….
“Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu,
tetapi
ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.” Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.
“Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di
PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2 saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya.”
“Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.”.
“Kamu suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu.”
“Kamu seilalu pegal-2 pada waktu ‘teman baikmu’ datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.”
“Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi ‘aneh’. Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk
menceritakan hal-hal lucu yang aku alami.”
“Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong
mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu.”
“Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-2 bunga yang bersinar dan indah seperti
cantiknya wajahmu”.
“Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati.
Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi
kematianku.”
“Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu.”
“Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku tidak cukup bagimu, aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat
membahagiakanmu.”
Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya.
“Dan sekarang, sayangku, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu.”
“Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu.Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.”.
Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku. Oh, ! kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.
Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita
merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.
Karena cinta tidak selalu harus berwujud “bunga”.
And while you're here, why don't you check out our other articles:
Pssst! Most people are coming to this page searching for:
We are pleased to offer you this exciting, new, and entirely free professional resource. Visit our 



terkadang kita memang merasa bahwa sesuatu yang kita inginkan itu belum kita dapatkan. padahal sesuatu itu hal yang sepele. tapi kita merasa belum puas jika kita belum mendapatkannya. anehnya hal yang lebih besar yang kita dapatkan malah kita lupakan. kita baru akan sadar ketika sesuatu tersebut sudah menghilang /meninggalkan kita. barulah kita menyesal karena telah menyia-nyiakannya.!!!!!
kLo aja semUa oRanG daPaT beFikir sePerTi ceriTA Tadi, pasTinYa TidaK aKan ada Orang Yang seCepaT kiLaT memUTUskan UnTUk berCeraI..
Smoga aKU menDaPaTkan sUami SepeTi dia…
Aminn.
Memang ya terkadang cinta membuat orang lupa akan diri nya sendiri……..lupa pada segala hal apa yang membuat dia berbahagia …………………..
Dulu aku pernah mencintai seorang gadis.Dan aku sudah berusaha agar dia tahu tentang perasaan ku selain itu aku juga sudah untuk memberikan perhatianku untuknya.Dan sampai sekarang aku tak tahu apakah dia tahu akan perasaan ku ini.Tapi aku selalu merasasedih karena dia lebih memperhatikan temanku.Maka dari itu aku tidak mengatakan isi hatiku pada dirinya.Tapi meski begitu aku akan selalu mencintainya.
Cerita di atas sama sprt yg aku alami.aku sbg wanitanya.memang kadang kita kurang ber syukur dg apa yg telah kita dapatkan. padahal yg kita cari blm tentu lbh baik dr apa yg sudah kita miliki.rumput liar dipandang lbh indah dr pd rumput sndri.
Maka dr itu rawatlah dg baik apa yg kta miliki.
andai CinTa Itu biSa Dirasakn Dlm Kepenatan mun9Kin G akan Da CRta hiDup Yang SEngsaRa & M’nanGi5 KRn Cnta.w BrharP CinTa UntK bAHAGYa iTU cKp DrpD BahgY uNTk CinT@
aku ingin enkau memeluk ku sebelum diriku tinggali dirimu karena engkau akan pergi untuk bahagiakan NYA.. namun ku mohon bila disaat engkau bermimipi menemukan sebuah samudra , tolong sebutlah namu sekali saja.. karena aku tak dapat melupakan mu…..JEMY BRAME(covalima, suai)
mengapa cinta itu kadang dijalani dgn kesenangan dan kegembiraan , namun selalu diakhiri dengan airmata… ya tuhan ijin ka ku untuk memohon kepada didinya yg pergi meninggalkanku….LIURAI MOTFOR