2005
Benernya sih tentang Kungpow Chicken, tapi…
Sponsored Links
Once upon a time (baca: beberapa waktu lalu), gw pernah posting tentang sebuah grup hip-hop baru yg bernama Kungpow Chicken, dengan 3 buah lagunya: Alit de Baong, HipHop Band, dan Pingin Gitu-Gituan. Kungpow Chicken digawangi oleh duo Jojo dan Andi. Andi sendiri adalah announcer acara “HipHopHorray” di Radio Ardan 105,9 FM. Tapi siapa sih yg nyangka kalo grup ini terbentuk cuman gara2 sebuah software ringtone HP?
Diambil dari artikel di harian Pikiran Rakyat. Males nulis ulang, jadi baca aslinya aja ya (kalo mo di-skip juga gpp, langsung ke bagian bawah, soalnya ini cuman sekedar prelude aja kok):
Berawal dari dj Jojo yang sedang ngulik sebuah software untuk membuat ringtone HP, Andi, announcer acara “Hiphophooray” yang disiarkan di Ardan 105,9 FM, tertarik untuk membuat sebuah lagu yang mengambil beat yang dibuat oleh Jojo. Iseng-iseng, salah satu lagu mereka diputer di acara yang dipandu Andi. Ternyata respons dari pendengar bagus, so dibikin deh lagu-lagu lainnya.
Dan jadilah sebuah mini album yang bertitel Album Ini Alit Da Baong”. Album ini bercerita tentang sebuah karakter rekaan anak kecil bernama Alit yang baong, jorang, dan omes. Lewat Alit, Andi menyuarakan pendapatnya soal ekspose kekerasan dan seks yang berlebihan di media, pentingnya pendidikan, problematika scene hip-hop, issue free sex lewat sindiran-sindiran dan jokes-jokes yang dituangkan dalam rhyme-nya.
Memang pilihan katanya terkesan jorok, kasar, dan provokatif. Pilihan metode ini dirasa Andi perlu karena hanya dengan cara ini pendengar akan “ngeh” dengan apa yang berusaha disampaikan olehnya lewat musiknya Kungpow Chickens.
Anyway, musik Kungpow Chickens memang terkesan main-main dengan pilihan gaya seperti yang diperuntukkan anak kecil (menurut Andi genrenya disebut Kindergarten), juga liriknya yang terkesan becanda. Tapi emang itulah konsep dari album ini, toh awalnya iseng, Andi dan dj Jojo emang sekadar ngejoke lewat musik dan rhyme, Kungpow Chickens cuma pengen menyampaikan apa sih yang dirasa nggak bener dengan dunia sekarang ini. Sebuah misi serius dengan cara yang nggak serius. Hmm, tapi sekarang udah laku, dan menghasilkan uang mungkin jadi lain lagi ceritanya yah?”Hehehe. ***
Pertanyaannya, apakah Indonesia siap menerima kenyataan yg dituturkan dlm lirik lagu2 Kungpow Chicken? Liat saja film2 yg menggambarkan kenyataan di masyarakat yg malah dihujat habis2an, seperti Virgin. Jujur, gw juga gak ngerasa film itu bagus (tidak ada solusi atas permasalahan, dan alur cerita yg tiba2 mengerucut ke salah satu tokoh saja tanpa mempedulikan tokoh utama yg lain), tapi gw ngerasa film itu berhasil menunjukkan dng baik tingkah laku remaja jaman sekarang, khususnya di kota-kota besar. Tapi respon masyarakat? Tidak sesuai dng moral bangsa lah, tidak sesuai dng adat timur, merusak generasi muda, dan sebagainya. Gak sadar kalo generasi muda ya sudah banyak yg spt itu?
Gw punya temen satu angkatan, cewek, sebut saja si A. Kalo di kampus pakaiannya biasa-biasa aja. Gak banyak punya temen, mungkin cuman 5-6 orang aja temennya, itu pun ya yg satu angkatan doang. Kuliahnya sendiri lancar dan lumayan bagus nilainya. Awal taon ini baru ketahuan kalo ternyata A udah biasa jual diri. Lucu lagi, ketahuannya gara2 ada anak, kampus gw juga, yg booking ke GM, dan gak taunya si A itu yg dateng.
Ada lagi, cewek juga, si B namanya. Yg ini malah lebih hebat. Baju selalu pk hem tertutup, gak pernah pk baju ketat ato press-body. Tutur kata sopan. Ada yg ngomong jorok ato misuh2 dikit, pasti dia langsung komentar. Kuliah amat sangat lancar, IP selalu di atas 3, dan sekarang udah yudisium. Kenyataannya, yg baru gw tahu beberapa bulan terakhir, dia sex maniac (dng cowoknya tapi, jadi masih mending dah). Biasa ngajak check-in cowoknya juga.
Intinya, sampai kapan bangsa kita mo jadi spt ini? Selalu menutup-nutupi fakta yg ada. Selalu menggembar-gemborkan sesuatu yg tidak lagi nyata (spt kata Gani, bangsa yg katanya ramah tamah kok orangnya jarang bilang terima kasih). Indro, ketua PASKI, pada pidato pembukaan Gren Pinal API lalu, sempat mengutip sebuah kata-kata bijak, “Bangsa yg besar adalah bangsa yg tidak malu menertawakan dirinya sendiri” (kira2 spt itu, kalo salah tolong diralat). Ya, kalo emang kita salah dan diralat/dikritik orang lain, tertawakan saja diri kita atas kebodohan yg telah kita lakukan, dan segera perbaiki kesalahan kita. Jangan malah marah2, gak terima, dan nuntut balik spt sebuah media massa yg tidak perlu disebutkan namanya.
Mari kita sama2 belajar menerima kenyataan.
PS: Sori yah kalo contoh di atas dua-duanya cewek. Bukan berarti kaum cowok gak seperti itu kok. Hanya aja temen2 gw yg cowok biasanya cuek2 aja cerita, terbuka. Jadi gw gak bisa kasih contoh yg nyata. Jadi bukan maksud hati mendiskreditkan kaum hawa loh :))

And while you're here, why don't you check out our other articles:
Pssst! Most people are coming to this page searching for: 



gw jg fans na, lagian lagu2na ampir mirip dengan perjalanan2 yg dah gw lalui. moga2 kungpow chicken jaya slalu and dont be a chick,key?
gw suka banget ma kungpow chicken, pa lagi dengen lagunya, yang judulnya jangan gitu-gitu an, alnya lirik2nya di padu dengan rapi, musiknya enak di denger, tp klu bisa sih unsur pornografinya di hilangin dikit biar bisa rekaman dan di jual secara bebas………. khan asik thu, Thanks yoooooo
Kenyataan atau bukan…bukan itu masalahnya! Bayangin anak2 kecil yang denger lagu mereka, trus mereka mulai bertanya-tanya n penasaran itu lagu tentang apa! Bukan masalah nyata atau enggak, tapi masalah bagaimana kenyataan itu diangkat. Dalam kasus Kungpow chicken ini, kenyataan sengaja DIEKSPLOITASI untuk jalan menjadi terkenal dan komersil! Tanpa peduli efek buruknya sama sekali. ITU BEJAT NAMANYA!
“Kebebasan ber-ekspresi selayaknya disertai dengan tanggungjawab”
mAju tRuzz….!!!!! pAntAng mUndUrr!!!!
gw SLLu dkunG kaLiAn!!!
Wey mana lirik KUNGPOW CHICKEN nya
Gua minta donk